Foto: Madiun Kota Gadis
Berikut sejarah Madiun yang saya copast dari wikipedia.org. Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 /Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be - Jawa Islam.
Berawal pada masa Kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak Pangeran Surya Patiunus dengan Raden AyuRetno Lembah putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desaSogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun). Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati. (Sogaten = tempat Rekso Gati)
Pangeran Timoer dilantik menjadi Bupati di Purabaya tanggal 18 Juli 1568 berpusat di desa Sogaten. Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518 - 1568.
Pada tahun 1575 pusat pemerintahan dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.
Pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rama) kepada putrinya Raden Ayu Retno Djumilah. Bupati inilah selaku senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur.
Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya dengan Mataram menderita kekalahan berat. Pada tahun 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Djumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutawidjaja dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang di dekat istana Kabupaten Wonorejo (Madiun).
Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Djumilah dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered (Jogjakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purbaya tersebut maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 Nopember 1590 Masehi nama "Purbaya" diganti menjadi "Madiun".
Selain itu Madiun juga terkenal akan SAMBEL PECEL nya yang sudah terkenal di seluruh Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Selain sambel pecel ada jajanan khas madiun yaitu Brem. Kesenian budaya yang terkenal dan asli Madiun yaitu Tari Dongkrek, Madiun juga ikut berperan besar melestarikan budaya Indonesia yaitu Pencak Silat, yang merupakan Seni beladiri asli Indonesia. Banyak perguruan pencak silat yang berpusat di Madiun. Misalnya SH Terate, SH Tuhu Tekad, SH Tunas Muda Winongo, OCC.Pangastuti, Ki Ageng Pandan Alas, IKS PI Kera Sakti, Persaudaraan Rasa Tunggal dan masih banyak lainya.
Madiun juga memiliki obyek wisata alam andalan, yaitu Monumen Kresek, Wisata Grape, Air Terjun Kedung Malem, Kebun Kopi Kandangan, Kebun Binatang Umbul, selain wisata alam Madiun juga mempunyai tempat wisata modern yaitu Taman Hiburan Rakyat yang sekarang berubah menjadi Dumilah Park dan masih banyak tempat wisata yang masih di eksplorasi oleh pemerintah.
Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Madiun
Foto: http://santrisolo.wordpress.com
Foto: http://santrisolo.wordpress.com

No comments:
Post a Comment