Pages

Tuesday, March 25, 2014

Rindu Kampung Halaman

Desa Banjarsari Wetan, desa dimana aku di lahirkan dan dibesarkan. Entah kanapa belakangan ini aku begitu merindukan kampung halamanku. Rasa rindu yang amat sangat, membuat semakin ingin meninggalkan Jakarta untuk sejenak. Ingin rasanya di peluk kedua orang tua dan adik perempuanku simatawayang yang telah lama kutinggalkan. Meskipun sering memberi kabar lewat suara, tapi bagiku rasanya belumlah cukup. Aku merindukan canda tawa ibu bapakku, kangen berantem sama adek dan yang paling aku kangenin adalah tumis kangkung buatan ibuku yang paling enak.

Dikampung halamanku aku tumbuh dan dibesarkan, karakterku dibentuk oleh keluarga, sekolah dan teman-temanku. Yah..... meskipun ada yang sedikit tidak mengenakkan, tapi itu semua yang telah membuat menjadi sekuat ini. Sudah nasib anak rantau yang pasti akan merindukan kampung halamannya, apalagi meninggalkan orang-orang yang kita sayangi disana, semakin tak karuan rasanaya bila kita juah darinya :-)

Aku gak tahu sudah jadi apa teman-teman sebayaku saat ini, apakah masih ada yang bertahan di Madiun atau sudah melanglangbuana kemana-mana semuanya. Sejak meninggalkan kampung halaman aku sudah tidak tahu lagi kabar mereka. Aku berharap mereka semua berhasil menggapai cita-citanya. Aku sendiri ditanah perantauan masih mencoba menggali asa dan berjuang menahklukan Ibu Kota Jakarta.

Dalam waktu dekat aku harap aku isa pulang ke kampung halamanku, meski hanya sebentar aku ingin melepas penat dari kesibukan Ibu Kota Jakarta. Kota tempat orang-orang mengejar mimpi-mimpinya. Banyak tempat ingin ku kunjungi jika aku pulang ke desa nanti, misalnya melihat sawah, sedang musim tanam apa, hutan apakah tambah hijau atau semakin habis, Tempat aku sekolah dulu seperti TK ABA, SDN Banjarsari, SMPN 1 Dagangan dan SMKN 1 Kobonsari. Sudah seperti apa keadaanny sekarang? Selain itu aku juga ingin mengunjungi Padepkan Pencak Silat Setia Hati Tuhu Tekad dimana aku dulu belajar seni beladiri, bukannya untuk jadi jagoan sih...! Tapi buat jaga diri heheheh :-D. 

Yah banyak hal jika yang ingin kulakukan jika aku bisa pulang dalam waktu dekat ini. Semoga terkabulkan harapanku segera.

Jakarta, 25 Maret 2014



Novanandi Firdian Pratama

Pesta Rakyat 5 tahunan

Sebentar lagi pesta rakyat di mulai, tepat 9 April 2014 nanti kita kan melakukan pemilihan umum. Memilih wakil rakyat yang katanya jika di pilih nanti akan membela kepentingan rakyat. Semua calon anggota legislatif beramai-ramai berorasi dan mencoba mendekati rakyat untuk mendapatkan suara ketika pemilu nanti. Ketika bencana datang semua calon anggota lesgislatif berbondong-bondong memberikan empati kepada korban bencana yang saya yakin tujuan mereka untuk mendapatkan simpati dari para korban bencana. Bukannya saya Suudzon, tapi kenapa jika mereka memberi bantuan harus membawa "bendera partai" serta tulisan "mohon do'a restu dan dukungannya"?. Sungguh ironi, ditengah keprihatinan rakyat mereka malah memanfaatkan untuk mencari popularitas. Tak di ungkiri, bantuan dari para caleg memang sangat di butuhkan oleh para korban. 

Kembali ke pemilu :-D, jika sudah mendengar kata pemilu, apa yang ada di benak kalian? Partai politik, coblos, contreng, kampanye, atau yang lainnya? sejak di lakukan pemilihan langsung pada tahun 2004 pesta demokrasi di Indonesia mulai terlihat perubahannya, masyarakat bisa memilih langsung pemimpin yang mereka sukai, entah dasar apa mereka memilih kita tidak tahu, positif thinking aja lah :-). 

Memang saya gak begitu pahan dengan yang namanya politik, tapi menjelang pemilu tahun 2014 hampir semua televisi menyiarkan siaran yang bertema politik. Entah apakah siaran itu untuk pencitraan sebuah partai atau untuk menjatuhkan pemerintahan saat ini. Sekarang kekutan media sangatlah di perlukan untuk melakukan sebuah pencitraan, entah untu memperbaik citra seseorang atau golongan atau untuk menjatuhkan citra seseorang atau golongan

Kemarin saya lihat siaran di sebuah stasiun televisi (maaf tidak bisa sebut nama :-) ). Ketika Pilgub DKI Jakarta Stasiun TV tersebut terus mengangkat citra positif Jokowi dan mengangkat citra buruk  pasangan incumbent dan akhirnya pasangan incumbent pun kalah. Sedangkan akhir-akhir ini ketika di ketahui Pak Jokowi mencalonkan menjadi Presiden Stasiun TV tersebut berbalik arah untuk menjatuhkan citra Pak Jokowi melalui media-medianya. Bukannya saya Pro Jokowi atau anti Jokowi, tapi apakah harus sampai seperti itu? Saya membayangkan jika setiap partai politik mempunyai media yang sama kuat, pasti mereka saling mengangkat citra partai mereka dan saling menjatuhkan partai lain melalui media mereka.

Tapi masyarakat sekarang sudah cerdas, masyarakat sudah tidak bisa di bodohi lagi dengan yang namanya pencitraan, yang di tunggu masyarakat sekarang adalah bukti dan kerja nyata, bukan janji yang di obral ketika berorasi. Untuk para pembaca blog ini, gunakan hak suara anda dengan cerdas, jangan salah pilih, pilih pemimpin yang paling sedikit cacatnya, karena tidak mungkin ada pemimpin yang benar-benar bersih saat ini. Jangan GOLPUT karena satu suara anda bisa menentukan nasib Indonesia  5 tahun kedepan.

Sunday, March 23, 2014

Lelaki yang Dipantaskan Allah untuk Dirimu



Seperti air terjun yang jatuh ke bumi dan mengalir ke hilir
seperti itu perasaanku padamu
Berharap dirimu adalah akhir dari penantianku
Kupilih dirimu karena akidahmu, bukan karena yang lain

Dalam do'a yang kupanjatkan di atas sajadah malamku
Semoga aku dipantaskan untukmu,
dan dirimu di pantaskan untuku.
Dalam ikhtiarku, kutundukkan pandanganku kepadamu.
Karena dirimu belum halal untuk.
Itu caraku mencintaimu.
Hingga suatu saat, dirimu memang di takdirkan mendampingiku.

Aku hanya seorang lelaki dengan keaadaan seperti yang kamu lihat saat ini
Aku tidak berani menjajikan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku berikan,
karena aku memang lelaki penuh keterbatasan.

Dalam sebuah tulisan aku bercerita tentangmu, 
tentang dirimu seorang wanita dengan penuh ketaatan.
Hanya seorang lelaki yang dipantaskan Allah saja yang pantas mendampingimu
dan itu mungkin bukan aku.

Entah dirimu atau bukan nama yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku
Aku bersyukur talah mengenalmu.
Kukunci mulut dan lidahku hingga pada saatnya terbuka dan terucap ijab kobul di depan ayahmu, jika aku pantas untukmu dan Allah mengizinkanku.

Friday, March 21, 2014

Perasaan yang Membeku


 Ketika logika tak lagi bekerja
yang ada hanya kira-kira, tanpa ada tanda pasti
Sulit hati untuk sejalan dengan pikiran
ketika logika tak bisa diandalkan

Tak ingin ku kembali ke masa lalu
tapi keadaan selalu menyeret untuk kembali
Hanya bisa berharap 
sang Maha Pemberi Pertolongan menjaga mu seutuhnya

Keterbatasan yang ku punya, membuatku hanya bisa berdo'a
Dalam diamku, tersimpan perasaan yang membeku
yang sulit mencair sehingga tak tersampaikan kepadamu
Dalam do'aku, aku berharap kamu merindukanku tanpa melihat
dalam ikhtiarku kita akrab tanpa mendekat

Biarlah rasa seperti ini tetap membeku
hingga pada saatnya nanti mencair dan tersampaikan 
Meski nanti bukan ke dirimu rasa ini mengalir
dalam do'aku, semoga kamu terjaga dari badai layaknya mutiara didalam kerang
kamu tetap terjaga hingga pada saatnya nanti, keindahanmu dimiliki oleh seseorang yang pantas memilikimu seutuhnya


Wednesday, March 19, 2014

Untuk Sebuah Nama Di Lauhul Mahfudz


Cinta adalah fitrah yang di berikan Allah untuk hambanya
Dengan Cinta, sesuatu yang pernah mati akan hidup kembali
tapi Cinta yang membuta membuat hati mati

Akut takut jika Cinta yang kurasakan menyakiti diriku dan orang lain
Cinta yang harusnya menjadi fitrah, berubah menjadi fitnah
Sulit membedakan mana nafsu dan mana yang namanya Cinta
Cinta yang harusnya membuat mata terbuka,
malah menjadi buta karena nafsu

Nafas terasa sesak, ketika Cinta datang 
Ketika Cinta pergi, hati terasa perih
Selalu ingin memberi ketika Cinta tumbuh dalam hati
Ya Rabb, kuatkanlah aku untuk menjaga fitrah Cintaku,
ketika nafsu ingin merubah fitrah menjadi fitnah

Di sebuah penantian, ingin ku sampaikan
untuk sebuah nama yang masih di Lauhul Mahfudz
Kumohonkan ampunan untuk segera di pertemukan,
denganmu sebuah nama di Lauhul Mahfudz

Dan ketika tiba masanya
Aku akan menjemputmu, menuju sebuah pelaminan
Dimana kita akan mengucapkan subuah janji dalam ikatan suci

Blog Archive

Kategori

ASEAN Blogger